Biji masmadu tampak segar berwarna kuning keemasan. Tingkat
kemanisannya 17-21 derajat briks. Bandingkan dengan jagung manis yang banyak
ditanam pekbun di Indonesia. Rata-rata tingkat kemanisan berkisar 12-15 briks.
Ukuran tongkol masmadu relatif besar. Panjang 14-18 cm, jumlah biji 14-16 baris
pertongkol.
Zea mays berkualitas itu dituai dari tanaman berbatang kokoh
dan tinggi, 165-20 cm. Posisi tongkol dari permukaan tanah 76-122 cm. Warna
bunga kuning keputihan. Bunga jantan berwarna kuning susu akan muncul 40-45
hari setelah tanam (hst); betina, 45-50 hst. Bila rambut di ujung tongkol
kering dan berwarna cokelat saatnya panen. Itu terjadi pada 68-72 hst. Volume
panen 26.000-38.000 tongkol/ha, tergantung perawatan. Pekebun jagung di
Malaysia hanya mempertahankan sebuahtongkol per tanaman..
Tujuh
Keturunan
Masmadu jagung unggul hasil silangan MARDI. Untuk
menghasilkan masmadu lembaga riset bergengsi itu menempuh jalan panjang. Empat
tahap dilalui institusi yang bermarkas di Serdang, Selangor, itu. Pertama menyeleksi
dan menyilangkan honey jean hingga generasi ke 7. Tujuannya untuk mendapatkan
induk yang dapat beradaptasi di wilayah beriklim tropis. Maklum, pendatang asal
Formosa di Asia Timur. Tanaman yang paling adaptif dijadikan induk.
Tahap kedua, menyilangkan honey bean terpilih dengan across
7824. Across 7824 merupakan jagung keluaran CIMMYT Meksiko. Hingga generasi ke
7 kedua jagung itu terus disilangkan. Pemilihan dilakukan berdasarkan
kesesuaian tinggi batang dan tinggi tongkol, ukuran dan bobot tongkol, serta
daya tahannya.
Kriteria tanaman yang lolos seleksi adalah tinggi batang 2
m, tinggi tongkol dari permukaan 1 m, panjang tongkol lebih dari 18 cm, dan
tahan serangan penyakit hawar daun. Dari hasil seleksi MARDI memperoleh 250
klon unggulan. Mereka lantas diseleksi lagi hingga menjadi 16 klon terunggul.
Kemudian klon-klon itu saling disilangkan untuk mendapatkan keseragaman
populasi. Dari proses panjang itulah varietas masmadu dihasilkan.
Bertahan
Singkat
Sifat masmadu mirip dengan varietas BC sweet keluaran PT
Tanindo Suburprima. “Keunggulannya, masmadu jauh lebih tahan terhadap penyakit
hawar kdaun,” ujar Ibrahim Rony Kusnady,
pekebun jagung manisdi Ciawi, Bogor. Selain itu, bentuk masmadu seragam
dan tidak cepat keriput. Menurut Rony Kusnady masmadu lebih cocok untuk
keperluan industri kalengan daripada kosumsi segar.
Itu karena tekstur bijinya cenderung lebih keras dibanding
varites lokal. Selain itu daya tahan kemanisannya kurang. Kemanisannya hanya
bertahan selama 2-3 hari. Jika disimpan pada suhu 3- 5 derajat celcius manis
madu bertahan 3 pekan. Itulah sebabnya hasil panen harus segera di pasarkan
atau diolah.
“Prospek penanaman madumas di Indonesia mungkin baik jika di
sini ada pengalengan jagung manis. Sayangnya, di sini belum ada,” tambahnya.
Ingin mengetahui bibit tanaman unggulan silahkan pergi ke : kebunbibit.id
Ingin mengetahui bibit tanaman unggulan silahkan pergi ke : kebunbibit.id